Pengaruh iklan

Seorang gadis 17 tahun mengadu pada ibunya bahwa ia baru saja diperkosa oleh seorang preman.
Gadis: “Ibu, aku telah ternoda.”
Ibu: “Kalo gak ada noda, gak belajar donk!”
Gadis: “Tapi aku telah kotor, bu!”
Ibu: “Berani kotor itu baik.”
Gadis: ???!@:#*
SELAMAT TERTWA HE..HE..HE…. 4600 X

Ditilang Pak Polisi

Gw pnya tetangga namana Kosim, dia punya hobi berburu burung,
nah pada suatu hari kosim berangkat untuk berburu,
berhubung agak jauh Kosim berangkat degan mngendarai sepeda motor,
ketika di tengah perjalanan Kosim bertemu sama Pak Polisi,
kemudian polisi itu menyuruh Kosim berhenti.

Pak Polisi bertanya, “Mana Sim?”
Kosim menjawab “Cari burung Pak!”
Polisi bertanya lagi “Mana Sim?”
Kosim: “Cari burung pak.!!”
Polisi: “Mana Siiim…”
Kosim: “Cari burung paaak..!!”
Polisi: “Kutilang kau!”
Kosim: “Perkutut pak॥!!”

VAMPIRE BOSEN BUNUH ORANG


Pada suatu ketika ada 3 vampir, sambil ngobrol atas pengalamannya। Ketiganya punya naluri yang sama, yaitu tetep ngisap darah tapi nggak perlu membunuh mangsanya. Pada malam minggu kita minum-minum aja direstoran yok? kata Vampir yang satu. Setelah masuk restoran, mereka saling pesan minuman. Vampir 1 : Aku pesan Fanta Merah, Vampir kedua : Aku pesan jus semangka. (Dasar vampir senengnya masih minum cairan yang merah - merah. Kedua Vampir yang sudah pesan minuman, tanya pada Vampir ke 3, lho kamu mau pesen apa? Kata Vampir 3 : Aku nggak pesen minuman apa-apa. Terus mau kemana kamu? kata keduanya. Tolong tunggu sebentar, aku akan kembali. Nggak lama kemudian Vampir ke 3 kembali,dengan membawa bungkusan kapas. Lalu Vampir ke 3 pesen minuman air putih aja. Kedua Vampir yang telah pesen minuman protes : Kamu jangan malu-maluin kita donk, masak vampir minum air putih? Vampir ke 3 setelah menerima pesenan air putih, selanjutnya membuka bungkusan (ternyata bungkusan kapas pembalut wanita/ softex bekas dipakai yang telah dibuang disampahan) Lalu di-celup-celupkan ke gelas yang berisi air putih tadi. Kedua temennya Vampir ter-heran-heran॥???? Apaan tuh???? Jawab Vampir ke 3 : Memangnya cuman manusia aja yang bisa minum teh celup, aku juga bisa…….

3 Vampir Unjuk Taring

Pada suatu hari 3 vampir lagi unjuk taring atas kehebatannya masing-masing dalam hal menghisap darah dan membunuh mangsa.

“Kebetulan nih malem dingin banget, gue jadi laper neh” celetuk vampir pertama.
“Gimana kalo kita adu kekuatan, siapa yang paling cepet ngisep darah” tanya vampir kedua..
“Okeh…!!!”
“Gue duluan” kata vampir pertama…

Lalu…whuuusssss…vampir pertama melesat..gak lama, selang lima menit dia kembali lagi dengan muka penuh darah dan sambil berkata..”lo liat gak kota dibawah sono??”
“Iya liat” kata vampir dua & tiga
“Semua penduduknya udah pada tewas, gue isep darahnya!!”

Aahh, belom seberapa, neh liat gue..dan vampir kedua pun melesat tajam..selang tiga menit, diapun kembali dengan wajah belepotan darah, sambil berkata…
“Lo liat kampung dibawah sana?? semua penduduknya dah pada tewas gue isep darahnya!!”

“Aahh kecil, neh liat gue!!” vampir ketiga pun terbang melesat tajam… dan gak sampe satu menit dia sudah kembali dengan darah diseluruh muka… dan dia berkata “Lo liat tiang listrik dibawah sono??”
“Iya..iya liat…”
“Sialaaan..gue kagak liat!!@#$%^&”

Tiga Orang Kakek yang Sudah Pikun

Ada tiga orang Kakek lagi ngumpul sambil ngopi di Hugos Cafe.

Kakek 1: "Aku sudah jadi pelupa sekarang,contohnya habis ambil sirup melon di lemari es. Aku jadi lupa mau di taruh apa bikin minuman segar dari sirup itu. Sudah jadi pikun rupanya aku ini."

Kakek 2: "wah aku lebih parah lagi,kalau berada di pintu kamar tidur langsung bingung.Mau keluar atau masuk ke kamar aku ini."

Kakek 3: "Syukurlah aku belum menjadi pikun seperti kalian ini." Dan sambil berbicara dia mengetuk tangannya ke meja..tuk..tuk..tuk..

Kakek3: "Tapi sebentar dulu, sepertinya ada tamu di luar sana ya."

Kakek 1 dan 2:......????!!!!


Anak Menelan Aspirin

Korshcak buru-buru menelepon dokter anak. "Dokter, dokter! Anak saya, Joseph, baru saja menelan selusin aspirin. Apa yang harus saya lakukan?"
"Anda yakin semuanya itu aspirin?"
"Yakin, dok. Saya melihatnya sendiri."
"Jumlahnya yakin selusin?"
"Pasti, dok. Pasti, dok."
"Tenanglah Tuan Korshack. Apakah Joseph menagis?"
"Tidak, dok."
"Apakah dia tidur?"
"Tidak, dok."
"Apakah kulitnya pucat?"
"Tidak, dok."
"Apakah dia muntah?"
"Tidak, dok. Tapi saya kuatir sekali. Yang ditelannya itu aspirin, dok. Ya, aspirin, dok. Apa yang harus saya lakukan?"
"Begini saja Tuan Korshack," ujar sang dokter "Usahakanlah membuat kepalanya pusing dua belas kali."


Semuanya Ikut Mama

Suatu hari sepasang suami istri yang sudah dikaruniai tiga anak, bertengkar hebat. Anak pertama berusia 5 tahun, anak kedua 3 tahun dan anak ketiga masih menyusu pada ibunya.

Terlalu hebatnya pertengkaran itu, piring, gelas dan peralatan rumah tangga lainnya beterbangan dan pecah.

Karena istrinya tidak tahan lagi, "Pa, kalau begini terus lebih baik kita cerai! Aku sudah nggak tahan lagi melihat tingkah laku papa!", seru istrinya dengan suara yang keras dan emosi tinggi sambil membanting piring ke lantai.

Tidak mau kalah si suami pun membalas dengan suara keras dan penuh emosi tinggi sambil memecahkan gelas ke lantai, "Baik.. baik...! Kalau itu kemauanmu, silahkan kita cerai! Oke, sekarang kita tanya anak-anak, sama siapa nanti ikut! Apa sama saya atau sama kamu!!!".

Lalu si suami bertanya pada anak-anaknya sambil membentak dengan di iringi emosi yang masih tinggi, "Ana.. kamu pilih mama atau papa..?". Jawab si Ana dengan lembut dan sopan, "Aku ikut mama..". "Ani.. kamu..?". Jawab Ani pula, "Ikut mama!!!".

Karena anak ketiga belum bisa bicara, sambil membentak dengan penuh emosi, "Semua ikut mama, tidak ada yang ikut papa..! Kalau begitu papa ikut mama juga lah!!!!".

Istrinya pun langsung jatuh pingsan mendengar mendengar jawaban suaminya tersebut.

Mendengar Suara Tetapi Tidak Melihat Rupanya

Ada seorang pasien yang datang ke dukun. Kebetulan penyakitnya tak bisa disembuhkan dengan medis. Kata orang-orang ia terganggu makhluk halus. Satu-satunya jalan adalah membawanya ke dukun untuk mengusir roh halusnya.

Ketika sampai di rumah dukun ia langsung dibawa ke sebuah ruangan tertutup. Ruangan itu sedikit gelap alias remang-remang. Hanya ada selembar tikar yang digelar di tengah ruangan dan di atasnya ada sesaji dan juga menyan yang dibakar. Ia langsung disuruh duduk di atas tikar itu.

Dukun: "Sekarang pejamkan matamu dan bersedekap. Konsentrasi. Jangan buka mata kalau belum saya suruh."
Pasien: "Baik Mbah."
Hening....
Dukun: "Nak,..."
Pasien: "Ya Mbah."
Dukun: "Apa kau pernah mengalami hal yang aneh-aneh?"
Pasien: "Maksudnya, Mbah?"
Dukun: "Seperti mendengar suara tapi kau tak melihat rupanya?"
Pasien: "Pernah, Mbah."
Dukun: "Kapan dan di mana?"
Pasien: "Sekarang... di rumah Mbah....."
Dukun: ????#$#$#^^&